Dua pekan sebelumnya kami masih berbincang via telfon sambil bercanda, beliau masih menceritakan seputar pekerjaanya sambil sesekali mengatakan rindu Indonesia, kemudian memberi selamat kepada kakak saya atas kelulusannya dan memohon maaf tidak dapat menghadirinya.
Tiba tiba akhir 2019, kali pertama saya melihat langsung kematian seseorang terdekat dalam hidup saya. Harusnya saya merasa wajar adanya, tapi ternyata untuk pertama kalinya cukup sulit menerima. Saya selalu memikirkan bahwa kematian selalu menakutkan. Meskipun berkali kali menyadarkan ini semua memang sudah ada pada ketentuan, tapi sedih tak terkira masih selalu memikirkan segala kebaikannya, orang orang tersayang yang ditinggalinya, dan menyadari bahwa tidak akan bertemu lagi nantinya semasa hidup saya.
Benar saja hari hari setelahnya saya semakin memikirkan kematian, entah saya sendiri atau orang terdekat saya. Saya tahu sedari dulu bahwa itu bisa datang kapan saja, tapi saya belum sadar pasti bagaimana sampai saya merasakan ketika kepergian orang terdekat yang tak sekalipun disangka. Ya, secepatnya setiap kita harus memahami dan berkemas mempersiapkan bila suatu saat nanti berpulang. Agar bila tiba harinya, kita tidak cemas dengan pertanyaan "apa yang sudah kamu siapkan?"
"Orang yang pandai adalah yang senantiasa memperbaiki diri dari dan menyiapkan bekal kematian" HR. At Tirmidzi
Tiba tiba akhir 2019, kali pertama saya melihat langsung kematian seseorang terdekat dalam hidup saya. Harusnya saya merasa wajar adanya, tapi ternyata untuk pertama kalinya cukup sulit menerima. Saya selalu memikirkan bahwa kematian selalu menakutkan. Meskipun berkali kali menyadarkan ini semua memang sudah ada pada ketentuan, tapi sedih tak terkira masih selalu memikirkan segala kebaikannya, orang orang tersayang yang ditinggalinya, dan menyadari bahwa tidak akan bertemu lagi nantinya semasa hidup saya.
Benar saja hari hari setelahnya saya semakin memikirkan kematian, entah saya sendiri atau orang terdekat saya. Saya tahu sedari dulu bahwa itu bisa datang kapan saja, tapi saya belum sadar pasti bagaimana sampai saya merasakan ketika kepergian orang terdekat yang tak sekalipun disangka. Ya, secepatnya setiap kita harus memahami dan berkemas mempersiapkan bila suatu saat nanti berpulang. Agar bila tiba harinya, kita tidak cemas dengan pertanyaan "apa yang sudah kamu siapkan?"
"Orang yang pandai adalah yang senantiasa memperbaiki diri dari dan menyiapkan bekal kematian" HR. At Tirmidzi
Komentar
Posting Komentar