Alarm bangun pagi, hidupkan televisi, lagi lagi masih tentang pandemi. Ditengah tengah maraknya pembahasan pandemi covid 19 yang belum usai kini, sepertinya cukup mendengar saja isi kepala langsung keluar negativity. Mulai dari politik, ekonomi, pendidikan semakin tidak baik baik saja. Begitupula rencana yang sudah tersusun rapi harus tertunda, pertemuan pertemuan penting terus terusan jadi online tanpa tatap muka, jalan jalan sebatas angan angan belaka.
Sebagai mahasiswa kesehatan yang salah jurusan saya kerap kali kesal dengan praktikum dan laporan. Saya tidak begitu menyukai kelas pekuliahan, sampai akhirnya pandemi ini menyerang dan tugas tugas perkuliahanpun datang. Saya jadi semakin menghargai arti pertemuan itu sendiri. Pertemuan yang lebih mampu memahamkan dan pertemuan yang membuat saya tidak harus bosan berjubel dengan jurnal dan capek capek belajar mandiri. Saya jadi tertawa menyesali pertemuan perkuliahan yang seringkali saya sia siakan dengan sekedar ngobrol dengan teman disebelah, atau membalas pesan whatsapp yang ngga penting penting amat. Biasanya banyak sekali keluhan yang saya lontarkan, entah ngantuk, lapar dan alasan alasan lainnya untuk bermalas malasan dihari pekuliahan. Semoga ketika esok perkuliahan kembali tidak lagi saya membuat buat alibi untuk memanjakan diri, meskipun sambatnya tetap jalan hehe.
Yang saya rasakan dan sadari saat ini bahwasanya waktu waktu quarantine ini waktu yang tepat untuk merefleksi diri, menyadari hal baik ditengah isi pikiran yang negativity. Mumpung ramadhan sudah dekat pula, berusaha menambah amalan yang dari kemarin standar standar saja.
Tidak lupa pula melangitkan do'a berharap bumi lekas pulih dan membaik:)
Sebagai mahasiswa kesehatan yang salah jurusan saya kerap kali kesal dengan praktikum dan laporan. Saya tidak begitu menyukai kelas pekuliahan, sampai akhirnya pandemi ini menyerang dan tugas tugas perkuliahanpun datang. Saya jadi semakin menghargai arti pertemuan itu sendiri. Pertemuan yang lebih mampu memahamkan dan pertemuan yang membuat saya tidak harus bosan berjubel dengan jurnal dan capek capek belajar mandiri. Saya jadi tertawa menyesali pertemuan perkuliahan yang seringkali saya sia siakan dengan sekedar ngobrol dengan teman disebelah, atau membalas pesan whatsapp yang ngga penting penting amat. Biasanya banyak sekali keluhan yang saya lontarkan, entah ngantuk, lapar dan alasan alasan lainnya untuk bermalas malasan dihari pekuliahan. Semoga ketika esok perkuliahan kembali tidak lagi saya membuat buat alibi untuk memanjakan diri, meskipun sambatnya tetap jalan hehe.
Yang saya rasakan dan sadari saat ini bahwasanya waktu waktu quarantine ini waktu yang tepat untuk merefleksi diri, menyadari hal baik ditengah isi pikiran yang negativity. Mumpung ramadhan sudah dekat pula, berusaha menambah amalan yang dari kemarin standar standar saja.
Tidak lupa pula melangitkan do'a berharap bumi lekas pulih dan membaik:)
Pembahasannya menafik, "menghargai pertemuan" :')
BalasHapusSaat-saat sulit untuk bertemu seperti sekarang ini, malah bikin sadar ya bahwa berharganya suatu pertemuan.
Lekas pulih, rindu bertebaran dimana-mana
BalasHapus