Karya : Amanda Margareth
-Poetry books-
Berawal dari kegabutan saya scrolling instagram ditengah lelahnya belajar untuk ujian dua tahun silam, saya nggak sengaja menemukan akun instagram Kak Amanda kemudian melihat foto foto unik pada feednya. Tidak hanya itu, saya jatuh cinta oleh puisi karyanya yang akhirnya membuat saya jadi rajin menulis puisi mencurahkan sambatan ria kehidupan. Tidak lama dari itu, beliau menerbitkan buku puisi dan membuka preorder untuk buku pertamanya. Tanpa fafifu saya langsung beli karena sudah jatuh hati sebelumnya, ternyata diselipan paketan buku tersebut saya dapat surat dari beliau. Ya pasti para pembeli lainnya juga dapet sih, tapi saya merasa isi surat tersebut suntikan semangat juga buat saya. -Poetry books-
Saya rasa buku tersebut berhasil memberi image bahwa ini stylenya Kak Amanda banget, tidak lupa disertai foto foto aestetic seperti pada feed instagramnya. Setiap membuka lembarnya serasa ada kemewahan karena foto foto beserta kumpulan puisi didesain nan apik tak membosankan. Berkisah tentang seorang perempuan yang mencintai lelaki secara tiba tiba meskipun ia sudah punya kekasih. Tenang saja, disksi dan ceritanya sama sekali tidak membuat muak karena dibalut dengan puisi indah meskipun jujur saja, saya harus berulangkali menelaah agar benar benar mengerti. Mereka seringkali bercengkrama mengenai kehidupan masing masing, tokoh sang lelaki begitu realistis dan menyenangkan sehingga membuat si perempuan selalu terkagum olehnya. Meski tak sekalipun si lelaki menyatakan cinta dan tak pernah mau sekalipun untuk menyatakan ketertarikannya, mereka saling merasakan bahwa ada ikatan diantara mereka. Sampai suatu hari sang lelaki pergi untuk selamanya, dan sang perempuan harus menjalani hari hari selanjutnya dengan begitu patah hati sampai ia berkata "hearthless, but still breathing" rasa sakit atas penyesalan tak pernah bisa saling membahagiakan meski hanya dengan berkata jujur bahwa mereka sama sama memiliki rasa. Segala kisah dan kesakitan ini tergambarkan apik dengan puisi, ditambah dengan interpretasi dari foto artistik yang menyentuh membuat saya semakin merasakan perasaan pada perjalanan kisah sang perempuan.
Buku ini memberi pelajaran bahwasanya pada setiap chapter dalam hidup kita akan ada kisah yang paling menyedihkan dan tak akan pernah terlupakan. Namun pada kemudian hari akan ada pula chapter dalam hidup kita yang menggantikan kesedihan itu secara perlahan dengan kebahagiaan entah dengan cara apapun, karena pada dasarnya begitulah semesta bekerja:)
Buku ini memberi pelajaran bahwasanya pada setiap chapter dalam hidup kita akan ada kisah yang paling menyedihkan dan tak akan pernah terlupakan. Namun pada kemudian hari akan ada pula chapter dalam hidup kita yang menggantikan kesedihan itu secara perlahan dengan kebahagiaan entah dengan cara apapun, karena pada dasarnya begitulah semesta bekerja:)

Aakk suka sekali poetry books macem gini. aku suka karyanya naela ali dan lala bohang, apakah baca jugaaa?
BalasHapusIyAA Sukaa jugaa
HapusNapa sih apa yg mau kukomentarin itu selalu sama dengan muyaaa huhu aku juga suka karyanya naela ali sama lala bohang :(
BalasHapuswah saya gak baca banyak puisi. tapi saya suka puisi-puisi karya romo sindhunata, pak mustofa w. hasyim, sama mas iman budhi santosa
BalasHapus